Sabtu, 27 Februari 2010
Kisah Menyentuh Seorang Ibu Tua & Anaknya
Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si Anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si Ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai", kata si Anak.
Ada perasaan sedih di hati si Anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si Ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata, "Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang. Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.
Mungkin cerita di atas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita di atas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis, dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. Kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja.
Kiranya cerita di atas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, di saat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.
Kamis, 03 September 2009
contoh karya tulis
LAPORAN KEGIATAN
STUDI KENAL ALAM dan LINGKUNGAN (SKAL) YOGYAKARTA 2009
Oleh :
1. Ahmad Syamsu R. (XI IPA 3 / 03)
2. Elvin Haris A. (XI IPA 3 / 08)
3. Muh. Fuad Hasan (XI IPA 3 / 24)
4. Fadrik Aziz F. (XI IPS I / 15)
MADRASAH ALIYAH NEGERI
Jalan Letjend Suprapto nomor 58
Tahun 2009
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Kegiatan Studi Kenal Alam dan Lingkungan (SKAL) Tahun 2009 ini disusun dalam rangka persyaratan mengikuti ujian Semester II. Karya tulis ini disahkan di
| Menyetujui, Pembimbing Moh. Marzuqi, S. Pd |
| Mengetahui, Kepala MAN Drs. H. ABU AMAN NIP 150 110 401 |
MOTTO
- Ilmu tidaklah datang melalui satu arah, tetapi datangnya dari arah manapun yang disukainya.
- Sebaik-baik anak adalah anak yang mendo’akan kedua orang diwaktu mereka masih hidup dan sesudah meninggal.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kepada Allah swt., karena hanya dengan rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan laporan kegiatan ini. Adapun laporan kegiatan yang kami susun ini berjudul “Laporan Kegiatan SKAL Yogyakarta tahun 2009”.
Berdasarkan judul di atas, kami berusaha menyajikan sebuah laporan kegiatan mengenai obyek kunjungan SKAL Jogjakarta MAN Kota Kediri 3. Adapun laporan ini kami susun dalam rangka memenuhi tugas SKAL Yogyakarta 2008/2009.
Untuk menyelesaikan laporan kegiatan ini, kami mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT. Yang telah memberikan hidayah, taufiq, serta inayah-Nya.
2. Bapak Drs. Abu Aman, selaku kepala MAN Kota Kediri 3.
3. Bapak Marzuqi, selaku wali kelas XI IPA 3 .
4. Semua pihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian laporan kegiatan ini.
Segala upaya telah kami lakukan demi kesempurnaan laporan kegiatan ini, namun kami sebagai manusia biasa tak luput dari salah dan lupa. Oleh karena itu, saran dan kritik dari para pembaca sekalian senantiasa kami harapkan demi kesempurnaan laporan kegiatan kami ini. Akhir kata, semoga laporan kegiatan kami ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Halaman Pengesahan ii
Halaman Motto iii
Kata pengantar iv
Daftar isi v
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan Kajian 1
1.4 Manfaat Kajian
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Objek Studi Yang Dikunjungi dalam SKAL 2009
2.2 Gambaran Umum Objek Studi di Daerah Istimewa
2.3 Prospek Objek Studi Tahun 2010
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
3.2 Implikasi / Saran - Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
SKAL singkatan dari Studi Kenal Alam dan Lingkungan yang ditujukan agar siswa dapat melakukan pengamatan dari dekat dan mengetahui informasi tentang objek-objek wisata dan pendidikan yang dikunjungi. Hal ini juga dilakukan oleh siswa MAN Kota Kediri 3, khususnya anak-anak kelas XI yang dilakukan sesuai program kerja OSIS.
Untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan pengamatan secara langsung akan budaya bangsa dengan berbagai warisan budaya, memupuk rasa menyayangi dan menghargai berbagai peninggalan budaya. Serta dapat melakukan pelaporan hasil kunjungan sebagai bentuk cinta tanah air dengan berbagai budaya bangsanya. Selain itu, kami dapat melihat keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
Pada kegiatan SKAL 2009 ini, kami melakukan kunjungan wisata ke berbagai tempat di Jogjakarta, yaitu, Pantai Parang Tritis, UGM (Universitas Gajah Mada), Candi Borobudur, Bakpia Pathok, dan Malioboro.Untuk itulah karya tulis ini dibuat sebagai bentuk pemantapan dan pemahaman akan budaya bangsa.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa saja objek studi di
1.2.2 Bagaimana gambaran umum objek studi di
1.2.3 Bagaimana prospek objek studi tersebut untuk pelaksanaan SKAL tahun 2010?
1.3 Tujuan Kajian
1.3.1 Mengetahui objek studi di
1.3.2 mengetahui gambaran umum objek studi di
1.3.3 Mengetahui prospek objek studi tersebut untuk pelaksanaan SKAL tahun 2010.
1.3 Manfaat Kajian
1.4.1 Menambah informasi tentang objek-objek yang ada di
1.4.2 Mempelajari kembali objek-objek tujuan SKAL yang telah dikunjungi penulis.
1.4.3 Dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk pelaksanaan SKAL tahun 2010.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Objek Studi Yang Dikunjungi Dalam SKAL 2009
Dalam SKAL 2009 ini pihak sekolah merencanakan berapa objek studi. Yang mana objek-objek tersebut terbagi dalam tiga tujuan SKAL. Perinciannya adalah sebagai berikut :
a) Pulau Bali
Objek yang dikunjungi di Pulau Bali antara lain : Pantai Sanur, Pantai Kuta, Bajra Sandi, Monumen GWK, Pure Ulu Watu, Museum Bali, JOGER, pasar Sukowati, dan Pure Tanah Lot.
b) Daerah Istimewa Yigyakarta
Objek yang dikunjungi antara lain : Pantai Parang Tritis, UGM, Candi Borobudur, Sentra Bakpia Pathok dan Malioboro.
c)
Objek yang dikunjungi antara lain : Makam Bung Karno,
Untuk penulisan karya tulis ini, penulis memfokuskan pada objek studi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikunjungi oleh penulis. Untuk penjelasan gambaran umum objek-objek yang dikunjungi akan diperinci dalam subbab-subbab berikut.
2.2 Gambaran Umum Objek Studi di Daerah Istimewa Yogyakarta
2.2.1 Parang Tritis
Parang Tritis terletak sekitar 27 km di sebelah selatan
Di pingir pantai juga terdapat banyak warung kecil yang menyajikan kelapa muda segar (harganya sekitar Rp 1500 per buah). Setelah puas menimati debur ombak dan desir angina di pantai Parang Tritis, pengunjung dapat meneruskan wisata ke beberapa objek wisata supranatural maupun lmiah yang ada di kawasan ini.
Legenda setempat mengatakan bahwa pantai Parang Tritis merupakan tempat berdirinya istana Kanjeng Ratu Kidul ang menguasai alam gaib Laut Selatan. Trlepas dari benar tidaknya legenda tersebut, pantai Parang Tritis tetap merupakan tempat wisata yang layak untuk dikunjungi, apalagi di kompleks tersebut terdapat banyak objek wisata menarik, antara lain, Parangwedang, Pantai Parangkusumo, Dataran tinggi Gambirowati, Goa Langse, dan makam Syeh Belu-Belu.
2.2.2 Universitas Gajah Mada
Universitas Gajah Mada resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949 dan merupakan universitas yang bersifat nasional. Selain itu, Universitas Gajah Mada juga berperan sebagai pengemban Pancasila dan universitas Pembina di Indonesia.
Pada saat didirikan, Universitas Gajah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 fakultas dan satu program Pascasarjana (S-2 dan S-3). Universitas Gajah Mada termasuk universitas yang tertua di
· Sejarah UGM
Gedung SMT Kotabaru, 24 Januari1946, kelihatan dipenuhi pengunjung. Mereka adalah orang-oranng yang berkomitmen tinggi terhadap peningkatan martabat mansia
Pertemuan diatas di ikuti oleh beberap pertemuan berikutnya, salah satunya adalah pertemuan di gedung KNI Malioboro, tanggal 3 Maret 1946. Dalam pertemuan ini, di umumkan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada, yang terdiri atas Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan.
Dengan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada, maka pada tahun 1946 terdapat dua perguruan tinggi di Jogjakarta, yakni Sekolah Tinggi Teknik yang berdiri tanggal 17 Pebruari 1946. Sekolah Tinggi Teknik ini merupakan usaha penghidupan kembali Sekolah Tinggi Teknik Bandung, yang terpaksa ditutup karena perang antara Indonesia dan tentara sekutu, di antara para pemimpinnya, Prof. Ir. Rooseno dan Prof. Ir. Wreksodhiningrat. Itulah sebabnya, mahasiswa fakultas teknik
Setelah penyerbuan Belanda ke
Pada saat berdirinya, menurut Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 1949, UGM mempunyai enam fakultas, yaitu :
· Fakultas Teknik (di dalamnya termasuk Akademi Ilmu Ukur dan Akademi Pendidikan Guru bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti)
· Fakultas Kedokteran (di dalamnya term,asuk bagian Farmasi, Kedokteran Gigi, dan Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan Ilmu Hayat)
· Fakultas Pertanian (di dalamnya ada Akademi Pertanian dan Kehutanan)
· Fakultas Kedokteran Hewan
· Fakultas Hukum (di dalamnya ada Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik, dan Akademi Pendidikan Guru bagian Tatanegara, Ekonomi, dan Sosiologi)
· Fakultas Sastra dan Filsafat (di dalamnya ada Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra)
Pada saat peresmian berdirinya UGM, Prof. Dr. M. Sardi ditetapkan sebagai presiden UGM. Pada saat yang sama juga ditetapkan Senat UGM dan Dewan Kurator UGM. Mengenai yang terakhir ini, kepengurusannya terdiri dari Ketua Kehormatan adalah Sultan Hamengku Buwono IX, sedangkan Ketua adalah Sri Paku Alam VIII, wakil ketua dan anggota. Ini menimbulkan pendapat bahwa ketika UGM lahir, ia memang telah siap untuk meneruskan perjuangan, yaitu meningkatkan martabat manusia
· Visi dan Misi UGM
Visi
Menjadi universitas riset kelas dunia yang unggul, mandiri, bermartabat, dan dengan dijiwai Pancasila mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa.
Misi
Misi Umum : Melaksanakan pembelajaran dan pengabdian berbasis riset.
Misi Khusus : Meningkatkan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berkelas dunia, beridentitas kerakyatan serta membangun sosio-budaya
2.2.3 Candi Borobudur
· Nama
Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (budhara) di mana di lereng-lerengnya terdapat teras-teras. Selain itu, terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan, kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah, nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain, yaitu bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara, dan beduhur artinya “tinggi”, atau dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi, maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada tahun 1950 berpendapat bahwa
· Struktur Borobudur
Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu, tersebar di semua tingkat-tingkatnya beberapa stupa.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh
Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya, oleh para peneliti dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni alam atas dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini, patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas balustrade atau selasar.
Mulai lantai kelima hingga ketujuh, dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa berlubang-lubang yang ditutup, seperti dalam kurungan. Dari luar, patung-patung itu masih tampak samar.
Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini, diduga dulu ada sebuah patung penggambaran Adibuddha. Patung yang diduga berasal dari stupa terbesar ini kini diletakkan dalam sebuah museum arkeologi, beberapa ratus meter dari candi
Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.
Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala. Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan system interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.
2.2.4 Bakpia Pathok
Makanan bakpia bagi masyarakat
Bakpia Pathok awalnya berasal dari pembuat bakpia pertama dan terkenal sejak 1978 dari jalan Pathok nomor 75 yang hingga kini tetap bertahan dan bernama Bakpia Pathok 75. Seiring waktu, bermunculab Bakpia Pathok 25, 21, 555, dan sebagainya. Untuk rasa dan kualitas, tentunya kita harus cukup selektif. Saat Bakpia Pathok 75 masih tetap konsisten pada isi kacang hijau untuk menjaga keasliannya, rumah-rumah bakpia lain mulai mengembangkan isi dengan kacang merah, rasa cokelat, keju, bahkan durian.
Bagi para wisatawan, bakpia ini selalu menjadi oleh-oleh yang tidak terlupakan. Sebab, selain rasanya yang enak, harganya pun terjangkau. Untuk satu kotak rata-ratanya harganya Rp 10.000 s.d. Rp 15.000. Bahan
2.2.5 Malioboro
Jalan Malioboro adalah nama jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu
Terdapat beberapa obyek bersejarah di jalan ini antara lain Tugu Kraton, Stasiun Tugu, Gedung Istana Negara, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan ini sangat terkenal dengan para pedagang kaki
2.3 Prospek Objek Studi Tahun 2010
Menilik arti dari SKAL, dapat penulis simpulkan oriantasinya adalah siswa bisa mengenal lingkungannya. Termasuk didalamnya adalah budaya dan keanekaragaman masyarakat di suatu lingkungan. Oleh karena itulah pemilihan objek studi di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dikatakan tepat mengingat Yogyakarta adalah
Namun begitu masih terdapat kelemahan-kelemahan yang cukup mendasar. Diantara kelemahan itu ialah fasilitas di beberapa objek studi masih kurang mendukung. Koordinasi antara panitia dan peserta masih kurang sehingga sering terjadi kemoloran jadwal. Dan masalah waktu yang dirasa kurang oleh beberapa peserta. Karena beberapa hal itulah untuk pelaksanaan SKAL tahun 2010 perlu ditingkatkan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari objek-objek yang dikunjungi pada SKAL tahun 2009 ini mempunyai banyak sejarah yang sangat bagus sekali dan juga sangat menarik untuk dipelajari. Dan objek-objek yang dipilih sudah tepat karena didalamnya terdapat ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi kita sebagai pelajar-pelajar
3.2 Saran-saran
3.2.1 Diharapkan pada program SKAL 2010, objek studi tidak hanya di Jateng dan
3.2.2 Diharapkan pada kegiatan SKAL 2010 pada saat di objek studi siswa dari pihak guru diadakan observasi tentang wilayah tersebut agar siswa tidak kebinggungan.
Selasa, 28 Juli 2009
ketulusan hati
Pada suatu pagi, disaat matahari agak malu menampakkan sinarnya, Rizna akan berangkat ke sekolah. Dia berangkat kesekolah setiap harinya dengan sepedanya yang sudah melebihi umurnya. Setelah dari bagasi kecilnya itu dia melihat seorang laki-laki berambut panjang yang kusut dan berpakaian kotor. Dan dilihatnya sampai berada disamping orang laki-laki itu. Rizna juga melihat bahwa orang laki-laki itu adalah orang gila, orang itu tersenyum-senyum sendiri sambil meminum minuman hasil dari mencari dari tempat sampah. Rizna merasa iba dengan laki-laki itu. Dan ia pun melanjutkan untuk pergi ke sekolah.
Keesokan harinya, saat akan pergi ke sekolah, Rizna menjumpai laki-laki yang kemarin ditemuinya di tempat yang sama. Lalu ia kembali ke rumah untuk mengambil sebungkus nasi. Walau sedikit agak takut atau bahkan jijik, tetapi hati kecilnya tetap bekemauan untuk memberikan nasi sebungkus itu. Dan ia melanjutkan aktivitas sehari harinya yaitu berangkat sekolah.
Saat sepulang sekolah dengan sepeda tuanya itu, rizna melihat ada kerumunan orang. Lalu ia menuju ke kerumunan itu dan bertanya kepada seorang ibu tentang apa yang sedang terjadi. Dan ibu tadi menjawab bahwa ada orang gila itu telah mengambil tiga nasi bungkusnya yang akan dijual di warungnya. Dan rasa ingin tahunya memuncak, dan ia menerobos kerumunan orang tadi. Setelah sampai diujung kerumunan tadi Rizna terkejut bahwa orang gila itu adalah arang yang kemarin berada di depan pagar rumahnya. Dan ia berfikir sejenak, apakah ia akan membantu orang gila itu atau membiarkannya. Dan ia mencari ibu tadi dan segera meminta agar orang gila itu dibebaskan. Dan ibu tadi meminta ganti rugi atas tiga nasi bungkus tadi untuk membebaskan orang gila itu. Uang sakunya selama tiga hari kedepan habis untuk ganti rugi. Dan orang gila itu dibebaskan dan segera Rizna pulang ke rumah.
Setelah adzan sholat ashar Rizna berniat untuk membeli sepatu baru. Dan ibunya memberi uang secukupnya dari kepunyaannya. Dan ditengah perjalanan menuju ke toko ia melihat sekelompok orang memukuli orang gila yang tadi siang ditolongnya. Ia befikir sejenak apakah orang ini harus ditolong atau dibiarkan. Lalu Rizna mendatangi sekelompok orang tadi. Kata salah seorang yang berada disana, orang gila itu baru saja menjatuhkan sebuah radio yang berada di Pos Kamling. Dia pun merasa kasihan kepada orang gila tadi. Dan ingin menolongnya kesekian kalinya. Lalu ia mengganti rugi kerusakan pada radio milik warga. Entah mengapa rasa belas kasihan ini selalu muncul dalam hatinya.
Sesampai dirumah ia langsung menempatkan sepedanya didalam bagasi kecilnya. Dan dia ditanya oleh ibunya bahwa mengapa ia tidak jadi membeli sepatu baru. Setelah itu ibunya langsung memarahinya habis-habisan putri satu-satunya itu. Rizna menganggap semua yang dilakukannya adalah sesuatu yang benar. Dan dia tetap teguh untuk membatu sesama.
Jam telah menunjukkan pukul enam pagi, Ibunya yang biasanya memberi uang saku seakan sakunya tertutup rapat untuk mengeluarkan selembar uangpun. Dan Rizna memahaminya, seakan isi hati dapat menerima semua yang terjadi di dalam hidupnya.
Tidak seperti biasanya, hari ini jalan raya serasa sepi dan hampir seisi jalan tertutup oleh kabut yang menghalangi penglihatan anak ini. Dan Rizna menyebrangi jalan yang agak sepi ini. Tiba-tiba, dari arah kanannya sudah ada pengendara motor yang sangat cepat. Dan kematian tinggal menunggu waktu saja. Tetapi, dari belakang seseorang mendorongnya sampai terjatuh kedepan. Sehingga Rizna selamat dan kedua tangannya sedikit berdarah. Den ia segera beranjak untuk mengetahui keadaan orang yang telah menyelamatkannya. Ternyata orang yang akhir-akhir ini ditolongnya telah menyelamatkannya. Didepannnya ada dua orang yang telah berlumuran darah dan nyawanya telah melayang. Dan ia meneteskan air matanya tanpa ia sadari seakan tidak percaya dengan kecelakaan itu.
Sore harinya Rizna dan ibunya telah berada di pemakaman umum. Dan Ibunya merasa bersalah kepada anak satu-satunya ini. Dan ia meneteskan air mata di pipinya yang mengalir bagaikan aliran air sungai. Lalu Rizna memecah kesunyian fikiran ibunya dengan mengusap kedua pipi Ibunya dengan sehelai tisu.Ibunya telah menyadari kebesaran hati anaknya itu.(asr17th)